Menyenangkan dan mengenyangkan.

Pemberhentian pertama kami tentu saja untuk sarapan. Kami katakan pada bapak Supir, malah dia balas bertanya, "Mau sarapan apa Mbak?" Oke, seingatku di sini surga makanan enak, tapi sejujurnya aku juga tidak tahu harus makan apa dulu. "Selewatnya deh Pak, apa duluan yang ditemui kita makan." 

Hari pertama kami ke Singkawang dulu. Singkawang adalah kota kedua terbesar di setelah Pontianak, ibukota Kalimantan Barat, berjarak 145 km ke arah utara dari Pontianak. Karena sudah mendekati masa perayaan Cap Go Meh, kami ingin melihat lagi kemeriahan Singkawang yang menjadi salah satu pusat perayaan.

Dari bandara Supadio ke Singkawang bisa dengan 2 jalur. Yang pertama masuk kota Pontianak, untuk kemudian menyeberangi sungai Kapuas dengan kapal ferry. Yang kedua lewat jalur luar kota, lewat jalan tol baru. Menyeberangi Sungai Kapuas juga, tapi dengan jembatan. Cara yang kedua ini lebih jauh jarak tempuhnya karena rutenya agak memutar. Kali ini kami putuskan untuk melewati cara yang kedua. Nanti ketika pulang baru kami akan coba jalur dengan naik kapal ferry.

Karena jalan-jalan pun butuh tenaga, mari kita sarapan dulu. Untuk pembuka, gorengan kahas Kubu Raya ini banyak sekali pilihannya. Mulai dari tahu isi, bakwan udang, pastel aneka isi, pisang goreng, cempedak goreng, dan masih banyak lagi. Nom nom nom. I know, gorengan is not the best cuisine if you concern about your health. Tapi ini kan sedang liburan, acara diet pun bisa libur sejenak 😃  

Tahu isinya khas, selalu dengan isian tauge/kecambah. Kesukaanku. Inilah alasanku selalu mencari tahu isi tauge kemana pun aku lihat penjual gorengan. Rupanya karena tahu isi pertama yang kukenal tentu saat masih tinggal di Pontianak. Rasa yang kukenal dan nyaman buatku adalah dengan isian tauge. Di Jawa Timur, rata-rata isiannya bihun dan jadinya sangat berminyak dan tekstur kurang greget. Disini, janji deh, dipuas-puasin pokoknya.




Ronde kedua yaitu Bubur Nasi khas Melayu. Aku ingat rasa yang ini. Rasa yang dominan adalah teri goreng yang ditabur sebagai topping. Aku rasa kuah kaldunya juga mengandung teri atau udang ebi.  Enak banget. Disini, ciri utama masakan adalah menggunakan udang ebi. Gampangnya udang ebi adalah udang kecil-kecil yang dikeringkan. Karena sudah dalam bentuk keringan, jadi bisa masuk ke hampir semua masakan. Untuk sarapan pembuka hari, bubur memang pas banget.


  

Berikutnya Mie Rebus Jaman Dulu. Aku tanya ke penjualnya, kenapa kok namanya Jaman Dulu? Jawabnya dari dulu mie seperti ini. Hahaha oke lah. Satu hal yang kukagumi, disini royal sekali dengan telur. Setiap porsi dapat satu butir telur rebus lo! 

MIe rebus menggunakan mie tiau. Kuahnya segar dan ringan, dengan toppping tahu kotak dan ayam rebus. Ditambahkan sambal cuka, nom nom segar dan pedas. Overall, sarapan pagi itu menyenangkan dan mengenyangkan.   



[Pontianak Series #3]

Komentar

Postingan Populer